Hati..


Suara rintik hujan terdengar di luar sana… Seorang laki-laki dan seorang perempuan berada dalam ruangan yang sama.. menatap keluar jendela.. Mereka sama-sama menatap ke arah jendela dan mendapati jendela yang basah terguyur air hujan… Aah ya.. hujan turun dengan cukup deras.. menjebak mereka di sana tanpa bisa beranjak.. Mau nekad pergi dalam hujan sederas ini?

Dhuar!!

Suara petir menyambar cukup membuat mereka mengurungkan niat.. πŸ™‚

Suara petir kedua.. mengalihkan pandangan Tya, demikian nama gadis itu dari jendela yang ada di sisi kirinya ke arah Didit sang lelaki di sisi jendela kafe di seberang sana.. Suara petir ketiga.. saat Tya sedikit mengedipkan mata seakan ada seseorang berteriak dengan keras di atas kepalanya.. πŸ™‚

Mata mereka beradu pandang.. saling menatap.. dan sama2 menyunggingkan senyum.. :). Semua terjadi begitu saja.. dimulai saat petir menyambar.. dan Didit pun memberanikan diri mendekati Tya..

Suara petir bersahut-sahutan dan hujan deras yang tak kunjung berhenti membuat mereka pun terlibat obrolan demi membunuh rasa bosan menunggu hujan mereda. Dari obrolan demi obrolan.. dan mata beradu pandang.. Didit merasakan jatuh hati pada Tya… Ia menggenggam tangan Tya untuk mengungkapkan perasaannya…

“Tya.. entah mengapa sejak aku menatap matamu saat petir kedua terdengar.. aku merasa itu adalah tanda bahwa engkau dan aku memang dipertemukan untuk bersama”.. *oke, kalimat ini memang agak aneh untuk disebut kalimat mengutarakan rasa cinta.. tapi.. ya sudahlah.. diterima saja ya?! :D*

Dengan wajah tersipu Tya pun menatap lekat wajah Didit.. sambil menyunggingkan senyum..

Dan di sanalah bencana itu terjadi…!!!

Ternyata Didit melihat bahwa ada yang tidak sempurna dari diri Tya.. dan seketika wajahnya berubah pucat pasi.. Ia pun mengatakan pada Tya bahwa ia sangat menyesal dengan kata-kata cintanya barusan dan berusaha untuk membuat kata-katanya tidak menyakiti Tya…

“Mmm.. maafkan aku Tya.. kurasa aku terlalu terburu-buru mengatakan bahwa kita ditakdirkan bersama.. Aku tak ingin semua ini menjadi tampak dipaksakan.. Dan aku tak bisa berbohong bahwa ada sesuatu yang kurasa tidak sesuai dari dirimu yang aku belum bisa menerimanya.. atau aku takkan bisa menerimanya.. Maafkan aku.. sebaiknya kita hentikan semuanya sebelum semakin jauh.. Maafkan aku..”

“Tapi… apa maksudnya? Kenapa tiba2 engkau berubah pikiran? Ada apa? Katakanlah.. aku ingin tahu yang sesungguhnya..”

“Mm.. kamu yakin?”

“Ya..”

“Kamu ngga keberatan?”

“Tentu saja.. Katakanlah.. Apa yang tidak bisa kau terima dari diriku..?”

“Ini semua karena… mmmhh.. karena gigimu yang gingsul..!!”

Versi lanjutan..:

Tya berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarah.. Tapi ia tidak kuasa menahan ledakan amarahnya.. Tangannya pun diarahkan ke ulu hati Didit.. menembus masuk ke dalam dadanya. Tangannya digerakkan dengan gerakan mengaduk-aduk seperti mencari-cari sesuatu.. Tapi ia tidak menemukan apa yang dicarinya..

Akhirnya ia mengeluarkan tangannya dari rongga dada Didit yang sekarang terlihat menganga.. Ia pun berdiri dari tempatnya duduk.. Mengambil tisu, membersihkan tangannya lalu mengambil tasnya…

Sebelum beranjak pergi Tya berkata pada Didit…

“Aahh.. ya…pantas saja sayang.. aku tidak menemukannya… Ternyata kamu memang tidak punya hati..” πŸ™‚

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s