Gadis itu..


gadis itu

Gadis itu tidak terlalu cantik.. tapi wajahnya menarik.. Ia menyunggingkan senyumnya tatkala hendak menempati kursi kosong di sebelahku.. Senyuman yang hangat.. dan seketika menghilangkan rasa kantukku.. :p

Perjalanan yang masih jauh dan untuk mengisi waktu yang masih cukup panjang kamipun mengobrol..
dari ceritanya aku tahu ia gadis yang ramah.. Dari caranya membawa diri, ia sangat nyaman dengan dirinya.. selalu ceria.. Itu yang membuatnya terlihat menarik.. Berbeda dengan Kemuning.. Ahh.. mengapa aku jadi membandingkan begini?

Aku dan Kemuning bertemu karena jasa baik Totok sahabatku.. Ia mengenalkan Kemuning yang teman kuliah Totok dan sahabat baik Astri, istri Totok. Mereka bersahabat waktu sama2 kuliah di Yogyakarta.. Dan pilihan Totok tidak salah. Kemuning gadis yang baik, keibuan, sabar, lembut dan penyayang.. Cocok dijadikan istri.. Begitu kata-kata yang dilontarkan Totok dan Astri sebelum mereka mempertemukan aku dan Kemuning..

Aku yang memang tidak terlalu mempermasalahkan tentang perempuan hanya mengiyakan ketika mereka ingin mengenalkanku dengan Kemuning.. Asal tidak dijodoh-jodohkan saja. Begitu pesanku pada mereka. Dan sifat penyabar, pengertian dan semua yang melekat di diri Kemuning membuatku lambat laun menjadi sayang padanya.. Sifatnya yang nerimo dan tidak banyak tuntutan bisa klop dengan sifatku yang memang tidak suka diatur.. Tidak terasa 1 tahun sudah ia menjadi satu2nya dalam hatiku.. Sebelumnya.. sebelum ada yang duduk di kursi di sebelahku.. saat ini..

Entah mengapa.. sekarang.. aura yang dibawa Amara begitu berbeda.. Amaranggana.. begitu nama yang disebutkannya saat kami berkenalan.. Dan aku menyebutkan Bagas.. nama belakangku.. Bukan Aryo atau Yoyok yang biasa dipanggil oleh adik atau teman2ku.. entah mengapa nama Bagas kurasa lebih gagah disandingkan dengan namanya yang terlihat indah di telingaku.. πŸ™‚

Kami mengobrol demikian lancarnya.. menembus dimensi waktu *hadah bahasanya* hingga seakan tak ada siapapun di sekitar kami.. hanya aku.. dan Amara.. kami.. hingga akhirnya bis itu berhenti di terminal Purabaya.. dan kamipun bertukar nomor telepon.. Sejak saat itu.. aku tak lagi berdua dengan Kemuning.. ada Amaranggana di antara kami..

Sejak saat itu.. aku pun mendua….

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Gadis itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s