Bayangan Kesempurnaan…(2)


couple

 

Bagaimana jika… akhirnya engkau bertemu dengan seseorang yang lucu, menyenangkan, enak diajak bercerita.. Dan sesuai dengan tipemu.. Cakep, tinggi, kurus, langsing, pintar, jago olahraga, gaul, dan pintar memberikan nasehat..?! *oke, mungkin itu tipe saya… :p*. Saya rasa mungkin… Kamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk dekat dengan dia khan..?! :p. Saya rasa kamu mungkin akan membahas banyak hal dengannya.. Mulai dari olahraga (yah.. mungkin jarang perempuan yang melakukannya.. :p), film, musik, buku, berita terhangat, bahkan mungkin masalah pribadi! Entah bagaimana awalnya.. Tiba2 saja kita merasa langsung dekat.. dan dia masuk dalam mimpi kita! *mana mungkinnnnn???! :D*. Tapi… semakin hari aku mencoba mengenalnya.. Rasanya… dia (masih) kurang membuka dirinya.. Dan setiap kali aku memandang jauh ke dalam matanya.. Kurasa.. ada “awan kelabu” di dalam bola matanya.. Jauuuuh di dalam sana…

Tapi, entah bagaimana mulanya… Lalu dia mulai terbuka… Bicara tentang jalan pikirannya.. Impiannya… Cita-citanya juga harapan2nya… Dan obrolanpun mengalir… sampai kudengar cerita tentangnya… Tentang “the one”… Seseorang yang menyisakan mendung di dalam bola matanya.. Yang menyisakan tanda tanya besar di benakku.. tatkala ia mulai bercerita.. Tapi lalu berhenti dan tidak meneruskan ceritanya… Ada apa denganmu? *aku serius.. ini bukan lagu peterpan, teman.. :D*.

Saat bercerita tentangnya, ia terlihat sangat bahagia… Dari matanya kulihat ‘kehidupan’.. semangat.. dan keceriaan.. Namun, tak lama, semuanya itu berubah… Berganti raut wajah yang nampak marah dan kecewa… Bercampur mendung kelabu yang selama ini selalu kulihat di bola matanya…

Bola mata indah itu nampak berkaca2.. Kulihat sekilas ia menghela napas panjang… Menahan amarah dan (mungkin) mencoba menenangkan diri… Cukup lama ia tertunduk… Sebelum akhirnya…. Menengadahkan kepala dan berkata dengan mimik muka lucu yang biasa ia perlihatkan padaku.. “Hey… kok aku jadi curhat..??!! Aku lapar dek… Cari makan yuuuuk!!!”

Dek.. YUP !! Dia memanggilku ‘dek’ dan kurasa ia hanya menganggap aku sebagai adik kecilnya.. Adik yang ia impi-impikan karena terlahir sebagai anak terakhir dengan sekian sodara yang semuanya jauuuuh di atasnya… Yah.. Aku cuma bisa dekat dengannya.. menyayanginya… sebagai kakakku!! 😦

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s