Bayangan Kesempurnaan…


Setiap orang di dunia pasti punya pengalaman simpatik.. kagum.. naksir.. jatuh cinta… pedekate… jadian… bahkan putus cinta.. Kalo lagi falling in love.. Rasanya ngga ada yang lebih indah ketimbang berduaan ama orang yang paling disayang.. Kadang kala, saat falling in love.. mereka lupa ama yang namanya ‘orang-orang di sekitar’.. entah orang tua, kakak, adek, temen.. ato siapapun.. Berasa dunia milik berdua.. Norak emang.. tapi mungkin di situlah letak ‘indahnya’ jatuh cinta… 😀

Mempunyai pasangan membuat seseorang merasa dirinya’lengkap’ dan ‘sempurna’. Memiliki rasa cinta yang sama membuat mereka serasa bener2 ditakdirkan berdua.. Jodoh.. soulmate… belahan jiwa.. Bahkan separuh napas!!! *kasian juga.. selama ini mereka pasti susah kalo mo napas..* 😀

Tapi… Gimana ceritanya kalo seandainya kisah cinta kita dengan sang soulmate harus berakhir?? Entah apa penyebabnya.. Namun, yang pasti takdir ‘berkata’ bahwa kita harus berpisah.. ngga bisa lagi bersama dengan orang yang (pernah) kita jadiin tambatan hati.. Padahal kita sayang banget sama dia bahkan sudah merasa bahwa dia adalah “the one” kita. Kalo berdasarkan kata-kata pujangga..  Ada yang mewakili perasaannya dengan kalimat “bagaikan kehilangan separuh hidupku” (tragis memang… Tapi.. itulah hidup..)

Lalu.. Hari demi hari dihabiskan menyesali masa lalu.. Bulan berganti.. Tahun berganti.. dan kita seakan tersadar.. Kita ngga bisa hidup dengan cara seperti ini.. Kita harus bangkit… Harus bisa melawan rasa sesal dan sedih ini.. Hidup harus terus berjalan…. Lalu kita bertemu dengan orang yang baru… Kita menjadi akrab.. Berbicara tentang hidup.. Merasa cocok.. Namun sebagian dari diri kita masih kosong.. Ruang tempat “soulmate” masih hilang… Masih tak ingin digantikan oleh ‘yang lain’… Sebagian dari diri berkata… Kamu harus bisa melupakannya.. The one telah meninggalkanmu.. Kenapa engkau tidak mencoba lebih mengenal the other???

Lalu engkau pun memberikan kesempatan untuk hati dan dirimu.. Membuka ruang hatimu untuk disinggahi oleh the other.. Memang.. belum untuk menjadi penghuni tetap… Setidaknya, engkau biarkan dia memasuki pintu itu… Pintu yang telah tertutup cukup lama.. Bahkan nampak cukup berdebu….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s