Pria itu


Sayup.. sayup suara gending Jawa melantun dari kamar bapak.. Ya sore2 begini bapakku selalu mendengarkan gending Jawa dari radio kunonya sambil merebahkan diri di kursi di aula belakang rumah.. Aku, yang sedang menyapu halaman hanya bisa tersenyum sambil meneruskan menyapu.. Aku, ratih.. anak bungsu Raden Sastro.. pemilik perkebunan teh di Desa Dadapan..

Aku bukan anak orang kaya, hanya kebetulan kakek dan kakek buyutku memiliki perkebunan teh terluas di Desa Dadapan.. dan ayahku sebagai anak tunggal mewarisi seluruh perkebunan tersebut.. Beruntung ayahku bukan tipe manusia yang gila harta.. Perkebunan the itu tetap atas nama ayah namun dikelola oleh adik-adik sepupu kakek yang memang sudah lama memegangnya.. ayah mempercayakan penuh kepada mereka, dan memilih menghidupi kami sekeluarga menjadi guru Bahasa Indonesia.. Di sela waktu luang, ayah menerima jahitan khusus pria.. membuat celana panjang atau baju seragam.

Di hari libur seperti sekarang, ayah biasa menghabiskan waktu mendengar gending Jawa, mengobrol dengan ibuku dan membaca Koran atau majalah JayaBaya..

Terkadang, aku membayangkan.. ingin hidup damai dengan orang yang kucintai jauh dari limpahan materi.. seperti Bapak dan Simbok.. demikian aku memanggil dua manusia hebat yang melahirkan dan membesarkan aku.. 🙂

Sifat pendiam ayah, membuatnya cukup disegani oleh tetangga2 kami.. apalagi jika mereka mengetahui bahwa sebenarnya ayah memiliki harta melimpah hasil perkebunan..

Brruuumm…

Suara mobil membuyarkan lamunanku.. aku menoleh untuk melihat asal suara.

Tampak seorang pemuda keluar dari mobil sedan berwarna biru muda. Entah apa gerangan nama mobilnya.. Karena aku tidak pernah hafal merk2nya.. 😀

Mobil itu diparkir di depan rumah Bulik Lastri, janda beranak 3. Suaminya adalah teman ayahku. Seorang Polisi yang bersahaja. Meninggal dalam tugas karena salah sasaran tembak.

Ternyata itu mobil mas Ryan, anak bulik Lastri yang bekerja di ibukota. Menurut tetangga sekitarku anak sulung bulik Lastri itu adalah anak yang sukses dan beruntung. Selepas kepergian ayahnya, ia memang menjadi tulang punggung keluarga. Membiayai kedua adiknya yang sekarang duduk di bangku SMU dan satu lagi kuliah di Bogor.

Pria itu, klo bisa dibilang Kumbang Desa.. *hadah*.. Klo perempuan khan kembang desa.. ini pria.. opo yo sebutane..? Ya.. untuk sementara Kumbang Desa..

Aku menunduk saat menyadari Mas Ryan menatapku.. menatap mataku.. dan aku merasakan wajahku bersemu merah.. Buru2 aku menunduk dan meneruskan menyapu.. Ada sesuatu yang hangat kurasakan mengalir di dadaku…

SELANJUTNYA>>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s