antara Yogya dan Jakarta


Malam selepas maghrib.. aku dan sepupu-sepupuku duduk di beranda depan rumah.. Hari ini malam takbiran.. Besok adalah hari Raya Idul Fitri.. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya.. Keluarga besar kami berkumpul..

Aku duduk di beranda depan rumah bersama Ari, Bagas, Heru dan Joko. 3 orang yang kusebutkan di awal adalah sepupu sepupuku.. dari simbok tentu saja. Sedangkan Joko anak Pak Dirman pengelola kebun the yang sudah seperti saudara bagi kami sekeluarga..

Sepupu-sepupuku lebih banyak laki2.. sedangkan yang perempuan biasanya jauh di atasku.. sudah menikah.. punya anak. Jadi ndak mungkin bisa cangkrukan seperti kami. Jika beberapa tahun silam kami habiskan malam takbiran naik truk dan melantunkan takbir mengelilingi desa.. Kali ini kami hanya menghabiskannya dengan mengobrol bersama.. Makan jajanan Idul Fitri atau main kartu remi bersama.. Biasanya obrolan jadi panjang.. hingga larut malam bahkan sampai pagi..

Malam ini kami akan berlomba2 siapa yang paling betah melek semalaman.. Dan pada tahun2 sebelumnya.. pemenangnya tetap sama.. Jagoan insomnia.. saya dan Ari.. Bagas sudah tidur jam 9 malam.. disertai gurauan kami “Bagas tidurnya terlalu cepat.. ayam saja belum tidur”.. dan Heru memilih untuk tetap berjaga dan mohon pamit dengan mata 5 watt-nya pada pukul 11 kurang 10 malam.. 😀

Tinggal saya dan Ari.. dengan cekikikan meneruskan bermain kartu sambil bercerita hingga pukul 3 pagi.. Tidur sebentar dan lanjut solat Ied.. 😀

Pulang sholat Ied, seperti biasanya.. Kami pun bersalam2an pada para tetangga.. Hingga mata saya beradu pandang lagi dengan mata coklat mas Ryan.. Mata coklat yang sama.. seperti saya melihatnya saat menyapu halaman rumah 5 tahun yang lalu.. 😀

Siang itu di kamar kost.. sebuah pesan singkat mampir di henpon saya.. Nomor yang tidak dikenal..

Assalamu alaikum Ratih, apa kabar? Denger2 kamu kuliah di Yogya? Saya lagi di Yogya. Bisa ketemuan..?
-Ryan-

Wa alaikumsalam.. Ini Ryan siapa ya?

Ryan Salatiga, anak Bu Lastri.

Membaca sms terakhir tenggorokan saya seperti tercekat.. Mas Ryan bermata coklat.. Mas Ryan yang punya senyum menawan.. 😀

Dan kami pun memutuskan bertemu di kampus karena saya harus mengajar asistensi. Dan obrolan pun berlanjut.. Tentang Salatiga, tentang Desa Dadapan dan tentang perasaan.. 🙂

“Kamu anak bungsu ya? Pas lebaran kemarin aku ndak bertemu mas Bayu dan mas Rafi.. Ndak pulang tho?”

“Ngga mas.. Mas Rafi lebaran di Kutoarjo, di rumah mbak Astri. Kalo mas Bayu ndak dapet tiket. Jadi pulangnya nanti bulan besar. Idul Adha.”

“Mas Bayu sudah nikah?”

“Insya Allah tahun depan, bulan besar mau lamaran.. Bulan Juni menikah.”

Dan dilanjutkan dengan obrolan2 lain hingga makan malam lesehan di Malioboro..

Malam itu saya ndak bisa tidur.. Memikirkan tentang kata2 mas Ryan tentang perasaan.. Jaman abege dulu saya memang crush on you Mas.. Waktu kamu jadi Pager Bagus nikahannya mba Dina sepupumu anak pemilik Toserba terbesar se Desa Dadapan.. Tapi kamu ndak tahu khan Mas? Melihat saya saja ngga pernah..

Sabtu ini saya pulang ke Salatiga. Ketemu simbok.. dan cerita tentang perasaan.. Tentang mas Ryan.

“Nduk, kamu suka sama Mas Ryan..?”

“sejak jaman abege” jawab hatiku.. Tapi yang aku bilang pada simbok “Boleh ndak mbok? Klo simbok boleh.. baru Ratih bilang iya sama mas Ryan.”

“Simbok ya ndak pa pa.. Kelihatannya orangnya baik.. Bapaknya juga sahabat bapakmu..”

Dan terjalinlah cinta jarak jauh itu..

Antara Yogyakarta dan Jakarta…

Jarak yang ditempuh hanya kurang lebih 8 jam rupanya tak membuat mas Ryan bisa menemuiku.. Yogyakarta terlalu jauh ditempuh dari Jakarta. Pun ketika mas Bayu menikah.. Tak sedikitpun pria bermata coklat itu menampakkan dirinya.

Hubungan yang terlalu samar.. Tanpa wujud.. tanpa kehadiran.. Hanya bayang2.. dan suara di udara..

Apa hubungan ini bisa diandalkan.. bisa diwujudkan.. tanpa sekedar impian?

<< SEBELUMNYA

SELANJUTNYA>>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s