Dasar copettt…!!!


copet

Suatu hari di siang bolong..  Saya berkutat dengan kesibukan untuk mengambil data di sebuah rumah sakit demi keperluan tugas akhir. Seperti biasa.. sebelum bener2 bisa mengambil data.. harus melewati beberapa prosedur.. ijin sana ijin sini.. lapor ke ruangan sana.. ruangan sini.. minta tanda tangan sana sini..

Capek?? Tentu saja.. Tapi apa boleh buat.. demi terselesaikannya tugas akhir saya, mau gak mau semua prosedur itu harus dijalani.. Kelar melakukan serangkaian proses, tiba saatnya untuk pulang.. Pfiiuhh.. akhirnya..

Sebenarnya, saya bener2 buta aksara sama rute angkutan umum dari rumah sakit menuju rumah saya… Tapi dengan tampang sok yakin, saya pun menaiki salah satu angkutan umum yang lewat di depan rumah sakit tersebut. Pikir saya saat itu, toh angkut itu jalurnya dari terminal ke terminal, pasti nanti ketemu angkot yang ke arah rumah saya.

Bersamaan dengan saya naik angkot, segerombolan pria dengan baju putih dan celan hitam sambil menenteng tas slempang ikut naik.. Dari empat pria tersebut, dua di antaranya mengenakan jaket hitam. Karena banyaknya penumpang yang ikut naik, saya yang tadinya berdua dengan teman saya pun akhirnya terpisah. Teman saya duduk di sebelah sopir, sedangkan saya duduk di belakang.

Di tengah jalan, tanpa saya duga sebelumnya pria yang ada di depan saya tiba2 memegang betis saya dengan kuat sambil bergetar.. (saya waktu itu pakai celana jeans panjang dan sepatu keds). Saya pun sontak berkata dengan aga keras “Pak.. apa2in ini…??!!”. Pria di depan saya hanya diam tapi menunjukkan ekspresi aneh (?!). Justru pria di sebelahnya yang menjadi jubir.. “Ini mbak.. dia gringgingen (kesemutan).”. “Trus apa hubungannya dengan kaki saya?” kata saya dengan sedikit kesal.. Saya mencengkeram tas punggung dalam pangkuan saya untuk digunakan memukul dan menepis tangan si bapak ajaib itu sambil menahan amarah dan terus berdoa dalam hati.

Yang mengherankan.. semua penumpang yang ada di dalam angkot tersebut hanya diam terpaku.. Tidak berkata apa2.. kaya orang kesirep. Membuat saya semakin jengkel.. Asli saya pengen banget memukul tangan orang itu.. yang udah lancing megang kaki saya dengan tas punggung saya.. Tapi ngga berani.. secara saya perempuan, sendirian.. sedangkan bapak aneh itu berempat.. Ditambah lagi rute angkot yang saya bener2 ngga tahu juntrungannya..

Tidak berapa lama doa saya terkabul. Angkot itu berhenti… menurunkan penumpang di kursi depan. Di sebelah kiri teman saya. Saya pun tidak menyia-nyiakan waktu, lalu segera pindah ke bangku depan. Mengambil posisi duduk di antara teman saya dan si supir. Sekujur tubuh saya merinding.. antara shock bercampur takut..

Sekitar 100 meter kemudian, angkot kembali berhenti. Menurunkan gerombolan pria dengan baju putih celana hitam..  Melihat wajah saya yang terlihat pucat pasi sedikit kesal, dan setelah mendengar suara saya yang beradu silat kata-kata dengan pria aneh tadi, si sopir pun memberanikan diri bertanya.. “Ada apa mbak..?”, dan saya pun menceritakan apa yang baru saya alami.

Lalu si sopir pun berkata.. “Coba mba diperiksa.. Apa ada barang2nya yang hilang?”. Sayapun segera membuka tas punggung saya. Dompet..? Aman.. ada di tas saya.. Lalu saya mencari henpon.. Saku belakang? Ngga ada.. saku depan.. kosong. Saku tengah..? Nihil.. saku celana jeans..?! Aaagh.. Iya! Henpon saya tadinya ada di saku kiri celana jeans saya.. Saku kiri.. di kaki kiri.. kaki yang tadinya dipegang si bapak aneh!!

Pffuuuhhh…..  #$^%$#@@&*)^%$  

Pesan moral :
Berhati-hatilah dengan bawaan anda.. Waspada copet di angkutan umum..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s